Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Riau Evaluasi Ketat Kehumasan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Riau Sekaligus Perkuat Strategi Komunikasi Digital

Amirudin Sijaya, Anggota Bawaslu Provinsi Riau, Kordiv. P2H saat memberikan arahan pada zoom meeting evaluasi Kehumasan Kabupaten/Kota se-Riau

Amirudin Sijaya, Anggota Bawaslu Provinsi Riau, Kordiv. P2H saat memberikan arahan pada zoom meeting evaluasi Kehumasan Kabupaten/Kota se-Riau

Selatpanjang - Bawaslu Kabupaten Kepulauan Meranti menghadiri kegiatan peningkatan kinerja kehumasan yang dilaksanakan oleh Bawaslu Provinsi Riau secara daring yaitu melalui kanal Zoom Meeting. Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang tersebut menghadirkan pembicara tingkat nasional dan regional diantaranya Dr. Firman Kurniawan (akademisi) dan Afiat Ananda (praktisi media di Riau). (23/7/2026)

Ketua Bawaslu Provinsi Riau, Alnofrizal, secara resmi membuka kegiatan sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota yang telah berkomitmen mengikuti Rakor Kehumasan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, membangun kesamaan persepsi, serta meningkatkan kualitas komunikasi publik di lingkungan Bawaslu.

Alnofrizal menegaskan bahwa kehumasan memiliki peran strategis sebagai wajah lembaga dalam membangun kepercayaan publik. Menurutnya, pengelolaan komunikasi yang baik tidak hanya berorientasi pada penyampaian informasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas Bawaslu kepada masyarakat.

"Di era digital saat ini, tantangan komunikasi publik semakin kompleks. Karena itu, aparatur kehumasan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, menyampaikan informasi secara cepat, akurat, dan bertanggungjawab. Humas bukan sekadar menyebarkan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap kerja-kerja pengawasan Bawaslu. Saya berharap rakor ini menjadi ruang berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik sehingga mampu meningkatkan kualitas publikasi kelembagaan di seluruh jajaran Bawaslu se-Riau," ujar Alnofrizal

Pada kesempatan yang sama Kordiv Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Provinsi Riau Amiruddin Sijaya, S.Pd., MM menjelaskan fungsi kehumasan sebagai penjembatan lembaga dengan publik. “Posisi urgen dan strategis yang dimiliki oleh kehumasan dapat memastikan citra positif lembaga dimata publik, Bawaslu dimasa non-tahapan memiliki agenda-agenda strategis baik yang bersifat internal maupun eksternal untuk memastikan penyelenggaraan pemilu kedepan dapat sukses dan berkualitas. Hal ini tentu mesti dapat disampaikan kepada publik dengan baik dan benar oleh kawan-kawan kehumasan” tukas Amir. Lebih lanjut kandidat Doktor ini menegaskan keberhasilan kinerja kehumasan berbanding lurus dengan tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga Bawaslu.

Pada sesi penyampaian materi dari Dr. Firman Kurniawan yang merupakan akademisi diprogram Pasca Sarjana Universitas Indonesia sekaligus Pemerhati Budaya dan Komunikasi Digital, beliau memaparkan tentang strategi komunikasi digital dan optimalisasi media sosial yaitu bagaimana strategi dan managemen media sosial dalam Membanggun kepercayaan publik terhadap lembaga Bawaslu. Firman memulai dari fenomena perilaku berkomunikasi publik di media sosial yang cenderung mengarah pada konflik. Peran kehumasan dapat meminimalisir hal tersebut dengan menyampaikan informasi, data yang aktual dan faktual yang dikemas dengan bahasa yang baik dan benar.

Lebih lanjut berkaitan dengan kemampuan dan kapasitas SDM kehumasan Bawaslu Se-Provinsi Riau dalam memproduksi pemberitaan yang benar, dalam kegiatan tersebut di isi juga penyampaian materi oleh Afiat Ananda, S.I.Kom yang merupakan Editor Assistant Harian Riau Pos di perusahaan penerbitan media massa yaitu Riau Pos. Afiat menjelaskan bagaimana langkah-langkah dalam menyusun berita yang bersifat informatif, edukatif kepada publik. Afiat juga memberikan trik khusus bagaimana pemberitaan Bawaslu agar terhindar dari problematika publik ataupun persoalan hukum, salah satunya kesesuaian antara judul dan isi berita itu sendiri “jangan sampai antara judul dengan isi berita tidak nyambung, dan judulnya jangan clikbait yaitu judulnya apa isi nya apa. Judul harus singkat, padat dan lugas, dan jangan bertele-tele,. karena dari judul itu mempengaruhi keinginan orang untuk klik sebuah pemberitaan.” Jelas Afiat 

Kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi kinerja kehumasan yang telah dilaksanakan oleh Bawaslu Kabupaten/Kota Se-Riau, pada sesi evaluasi ini dipimpin oleh Dona Donora yang merupakan Kabag Hukum dan Kehumasan Bawaslu Provinsi Riau. Pada sesi evaluasi ini Dona memaparkan secara kuantitas dan kualitas produk kehumasan Bawaslu Kabupaten/kota yang mesti ditingkatkan kembali. Dona juga memberikan penekanan bahwa “tujuan kegiatan hari ini tidak hanya sebatas evaluasi namun yang lebih urgen adalah memastikan kesadaran akan pentingnya untuk memastikan kegiatan kehumasan tetap berjalan dengan baik di masa non-tahapan ini.” Pungkasnya***

 

Penulis: RA
Editor: ID